buat kamu yang selalu mengusik hatiku
seandainya kamu tau perasaanku yang sebenarnya.
terlalu agung jika aku menyebutnya cinta.
tapi aku menyayangimu lebih dari sekedar sahabat.
hanya saja aku tak pandai menunjukkannya padamu.
terlalu gengsi, itulah diriku.
seandainya kamu tau
hatiku berkecamuk saat melihat foto perempuan itu
tapi kata-kata yang terlontar dari bibirku justru sebaliknya.
hatiku berkecamuk saat kau tarik lenganku dan kau letakkan kedua lenganmu di pundakku.
hatiku berkecamuk saat kau arahkan telunjukmu melewati pundakku..detak jantungku serasa berhenti berdetak saat itu.
ahh..aku rasa kamu tidak mengetahui perubahan ekspresiku saat itu.
aku sayang kamu, sahabatku.
aku hanyalah seorang perempuan yang tidak peka
tidak peka dengan semua sikap dan bahasa tubuhmu padaku.
aku sayang kamu, sahabatku
tidak peka dengan semua sikap dan bahasa tubuhmu padaku.
aku sayang kamu, sahabatku
pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di benakku
kepedulianmu...perhatianmu...bahasa tubuhmu
tidak seperti sikap seorang sahabat.
kepedulianmu...perhatianmu...bahasa tubuhmu
tidak seperti sikap seorang sahabat.
atau definisi sahabat bagimu memang seperti itu?
aku tak tau.
aku sayang kamu, sahabatku
aku sayang kamu, sahabatku
aku takut perasaan ini hanya sepihak.
aku takut kamu benar-benar hanya menganggapku sebagai sahabat, tidak lebih.
ketakutan itu membuatku bersikap seperti ini.
menganggap semua yang kamu ucapkan sebagai lelucon.
begitu juga saat kamu mengucapkan kata cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar